Sayur dan buah untuk diabetes. Salah satu kunci mengontrol gula darah agar tidak fluktuatif
adalah dengan mengonsumsi makanan yang berindeks glikemik rendah dengan tetap
mempertahankan prinsip 3J (jenis-jumlah-jam). Bukankah sebagian besar dari kita
masing-masing menyukai camilan? Lalu makanan seperti apa yang bisa menjadi
camilan yang setiap saat bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Sayur dan buah-buahan adalah jenis makanan yang sebagian besar
jenisnya aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Bahkan, Dr. Tan Shot Yen, M.
Hum menyatakan bahwa sayur dan buah merupakan satu-satunya karbohidrat terbaik
karena memenuhi lima kriteria berikut:
1.
Mempunyai kecepatan rendah untuk
diubah menjadi gula, tidak meroket seperti turunan karbohidrat klasik seperti
produk gula, terigu, beras dan pati. Bentuk gulanya yang bersifat sederhana
(fruktosa) justru menjadikan sayur dan buah jauh lebih balk daripada karbohidrat
kompleks (terutama turunan beras dan gandum). Untuk mengubah fruktosa menjadi
glukosa darah dibutuhkan waktu lebih lama ketimbang memecah karbohidrat
kompleks menjadi glukosa karena sekalipun dalam karbohidrat kompleks terdapat
ikatan panjang rantai karbon, ikatan
antar rantai karbon tersebut ternyata sangat ringkih.
2.
Mempunyai serat larut dan tidak
larut. Hal itu menjadi salah satu faktor kecepatannya rendah untuk diubah
menjadi gula. Kandungan serat sayur jauh lebih banyak daripada buah,
fraktosanya pun hanya 30%, sedangkan buah 70%.
Hal ini membuat sayur jauh lebih aman bagi mereka yang mempunyai masalah
dengan kelebihan berat badan.
3.
Mempunyai nilai antioksi dan
tertinggi sebagai karbohidrat.
4.
Mempunyai residu alkalis/basa,
sebagai kondisi mencapai sel-sel yang sehat karena sel akan cepat mengalami
kemunduran dan kerusakan, bahkan berisiko
menjadi kanker dalam kondisi asam.
5.
Mempunyai enzim hidup (bila
dimakan mentah, lalap, atau raw) yang menghasilkan tenaga dan mampu memelihara
kesehatan (karena kita tidak perlu memboroskan enzim sendiri dan berakibat
munculnya berbagai penyakit).
Meski demikian, konsumsi sayur dan buah harus tetap memperhatikan
prinsip 3J. Selain itu, tidak semua aman untuk dikonsumsi oleh penderita
diabetes bahkan dalam jumlah yang sedikit. Buah yang aman untuk dikonsumsi di
antaranya apel, pir, jeruk, alpukat, anggur, jambu, pepaya, melon, markisa,
tomat. Hindari buah tidak sehat seperti durian matang. Durian tidak
diperbolehkan bagi penderita diabetes karena durian matang mempunyai kandungan
alkohol tinggi. Nangka, durian, pisang, dan nanas yang mengandung glukosa
tinggi perlu dihindari penderita diabetes. Beberapa buah seperti durian,
pisang, mangga matang, nanas matang, sirsak, dan sawo merupakan buah yang
pantang dimakan penderita diabetes karena mengandung glukosa yang tinggi.
Porsi atau takaran dalam mengonsumsi buah juga perlu dipahami.
Buah seperti apel, takaran satu porsi adalah satu buah bulat. Sementara buah
seperti anggur dan stroberi, takaran satu porsi bisa ditakar dengan 5 buah.
Semangka dan pepaya, takaran satu porsi adalah satu slice yang dipotong tipis
tidak terlalu tebal dan besar.
Jika merujuk pada nilai GI, maka orang yang menderita diabetes
harus mengkonsumsi makanan dengan GI yang rendah, yaitu dibawah 55. Hal ini
untuk membantu mencegah lonjakan gula darah yang membuat diabetes semakin
parah.
Berikut ini adalah beberapa buah yang cocok untuk dikonsumsi oleh
para penderita diabetes:
1.
Apel
Glycemic Edge melaporkan bahwa pektin (senyawa yang ditemukan pada
kulit dalam dan daging apel) efektif dapat membantu mengobati diabetes. Senyawa
ini membantu detoksifikasi tubuh dan mengurangi kebutuhan insulin tubuh sekitar
35%. Makan buah apel yang memiliki GI 40 juga dapat membantu meningkatkan
pengaturan tingkat gula darah. George Mateljan Foundation untuk World's
Healthiest Foods mengutip sebuah studi penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food edisi September
2010, menunjukkan bahwa enzim dalam apel mempengaruhi pencernaan karbohidrat,
mengurangi penyerapan glukosa dalam saluran pencernaan, dan merangsang pankreas
untuk memproduksi lebih banyak insulin. Kondisi ini akan membantu Anda lebih
menyeimbangkan kadar gula darah.
2.
Stroberi
Stroberi memainkan peranan dalam diet orang yang menderita
diabetes. American Diabetes Association menyebut buah berry termasuk stroberi
sebagai 'super food' karena memiliki GI rendah, yaitu 40 untuk 120 g stroberi.
Stroberi juga mengandung banyak serat, nutrisi, dan antioksidan. Makan stroberi
juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, risiko yang serius bagi
penderita diabetes.
3.
Jeruk Bali
Dengan GI sebesar 25 per 120 gram, jeruk Bali bisa membantu
meningkatkan sensitivitas insulin, suatu fitur penting karena insulin membantu
melepaskan gula ke dalam aliran darah dan secara langsung berdampak pada kadar
gula darah. Jeruk Bali meningkatkan cadangan alkali dalam darah, yang dapat
melawan tingkat keasaman diabetes pada penderita diabetes.
4.
Alpukat
Alpukat efektif dalam mengurangi kolesterol pada orang dengan
diabetes dengan mempertahankan tingkat trigliserida dalam darah, menurut
William Cast dalam buku Cholesterol Cures. Alpukat yang rendah karbohidrat dan
mengandung lemak sehat dapat mengurangi risiko diabetes tipe-2 pada perempuan
dan orang yang sudah memiliki risiko tinggi. Tingginya kadar vitamin E dalam
alpukat juga bisa meningkatkan aksi insulin dengan menghambat pengikatan
glukosa menjadi lipoprotein low density.
Seperti
halnya buah, sayuran juga cenderung aman untuk dikonsumsi oleh penderita
diabetes. Semua jenis sayuran memiliki kalori yang rendah, dan kaya akan serat,
bagus sebagai makanan penderita DM. Karena seratnya yang tinggi membuat perut
terasa lebih cepat penuh sehingga mengurangi konsumsi nasi yang kandungan
gulanya cukup tinggi. Jika merasa kurang kenyang karena terbiasa nasi, bisa
menggantinya sayuran bertepung seperti kentang ataupun jagung.
Adapun sayuran terbagi menjadi tiga jenis, yakni sayuran A,
sayuran B, dan uran C. Adapun sayuran A bebas dimakan, kandungan kalori dapat
diabaikan.
Sayuran A
|
Baligo
|
Mentimun
|
Lettuce
|
|
Gambas/
Oyong
|
Labu
Air
|
Selada/
Selada Air
|
|
Jamur
Kuping Segar
|
Lobak
|
Tomat
|
Apabila penderita diabetes merasa agak lapar padahal waktu makan
belum tiba, sayuran golongan A ini dapat dikonsumsi untuk "mengganjal
perut". Untuk memudahkan penderita dalam memvariasikan makanan dan jumlah
bahan makanan yang harus dikonsumsi, maka mulai diperkenalkanlah istilah
'penukar bahan makanan'. Bahan makanan pada setiap golongan dalam jumlah yang
dinyatakan pada daftar, bernilai gizi hampir sama. Oleh karena itu, satu sama
lain dapat saling menukar. Singkatnya, disebut dengan 1 penukar.
Sayuran B
1 satuan penukar ± 1 gls (100 gr) = 25 kalori,
1 gr protein, 5 gr karbohidrat
|
Bayam
|
Kucai
|
Kol
|
|
Bit
|
Kacang
Panjang
|
Kembang
Kol
|
|
Buncis
|
Kecipir
|
Kapri
Muda
|
|
Brokoli
|
Labu
Siam
|
Rebung
|
|
Caisim
|
Labu
Waluh/ Kuning
|
Sawi
|
|
Daun
Pakis
|
Pare/
Paria
|
Tauge
Kacang Hijau
|
|
Daun
Waluh
|
Pepaya
Muda
|
Terong
|
|
Genjer
|
Jagung
Muda
|
Wortel
|
|
Kanoung
|
Jantung
Pisang
|
|
Sayuran C
1 satuan penukar + 1 gls (100 gr) = 50 kalori,
3 gr protein, 10 gr karbohidrat
|
Bayam
Merah
|
Daun
Singkong
|
Melinjo
|
|
Daun
Katuk
|
Daun
Talas
|
Nangka
Muda
|
|
Daun
Melinjo
|
Kacang
Kapri
|
Tauge
|
|
Daun
Pepaya
|
Kluwek
|
Kacang
Kedelai
|
Sayuran kelompok B, dalam satu satuan penukar mengandung 25
kkalori, I gram protein, dan 5 gram hidrat arang. Satu satuan penukar = 100
gram sayuran mentah dalam keadaan bersih = 1 gelas sayuran setelah direbus dan
ditiriskan.
|
Bayam
|
Bit
|
Buncis
|
|
Brokoli
|
Caisin
|
Daun
pakis
|
|
Daun
wuluh
|
Genjer
|
Jagung
muda
|
|
Jantung
pisang
|
Kol
|
Kembang
kol
|
|
Kapri
muda
|
Kangkung
|
Kucai
|
|
Kacang
panjang
|
Kecipir
|
Labu
Siam
|
|
Labu
waluh
|
Pare
|
Pepaya
muda
|
|
Rebung
|
Sawi
|
Tauge
kacang hijau
|
|
Terung
|
Wortel
|
|
Sayuran kelompok C, dalam satu satuan penukar mengandung 50
kkalori, 3 gram protein, dan 10 gram hidrat arang. Satu satuan penukar = 100
gram sayuran mentah dalam keadaan bersih = 1 gelas sayuran setelah direbus dan
ditiriskan.
|
Bayam
merah
|
Daun
katuk
|
Daun
pepaya
|
|
Daun
melinjo
|
Daun
talcs
|
Kluwih
|
|
Daun
singkong
|
Kacang
kapri
|
Nangka
muda
|
|
Melinjo
|
Tauge
|
Kacang
kedelai
|
Perlu menjadi
catatan disini, sayur dan buah dengan GI sebagaimana yang tercantum di atas
adalah GI ketika buah dan sayur tersebut dalam keadaan mentah. Itu artinya jika
buah kalengan atau sayur beku 'salt added' tentunya akan memberika GI yang
berbeda. Oleh karena itu, hendaknya konsumsi buah dan sayur tersebut dalam
keadaan mentah atau bisa juga dimakan bersama dengan minyak zaitun.
Minyak
zaitun dapat memangkas jumlah kolesterol "jahat", di samping
trigleserida yang merupakan penyusun lemak tubuh. Pada gilirannya, hal ini
dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya penyakit tipe-2 yang dapat
dikendalikan dengan melakukan perubahan menu makan dan cara hidup. Minyak
zaitun dapat menurunkan tingkat gula darah. Mengapa? Efek baiknya mungkin dari
fakta bahwa minyak zaitun sebagian besar terdiri atas lemak tak jenuh tunggal

No comments:
Post a Comment